


Segala yang besar selalu bermula dari langkah kecil yang tulus. Demikian pula kisah pengajian ibu-ibu di Desa Cilumping yang berawal dari Masjid At-Taqwa, sebuah tempat ibadah yang menjadi titik mula tumbuhnya semangat keagamaan di tengah masyarakat Dusun Cilumping dan Dusun Cigerang. Masjid At-Taqwa didirikan oleh sosok alim dan penuh keteladanan yaitu almarhum Bapak KH. Syahrudin yang juga dikenal sebagai ayah dari Ibu Kepala Desa Cilumping. Di tangan beliau, Masjid At-Taqwa menjadi pusat kegiatan ruhani yang menghidupkan denyut kehidupan beragama warga sekitar. Ketika usia telah renta dan langkah mulai melambat, amanah besar itu beliau titipkan kepada seorang murid yang penuh semangat beliu adalah Bapak Kyai Roziqin alumni Pesantren Al Ulfah di Rancah, Ciamis yang kemudian mengabdikan ilmunya di tanah kelahiran Cilumping tercinta.
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan tempat ibadah masyarakat Dusun Cigerang pun mengemukakan pendapatnya tentang jarak yang lumayan jauh ke Masjid At-Taqwa. Maka atas inisiatif dan keikhlasan Bapak Roziqin, sekitar tahun 2023 dibangunlah Masjid Al Munawaroh tepatnya di Dusun Cigerang. Meski pembangunannya sederhana masjid ini menjadi lentera baru bagi masyarakat di dusun tersebut. Tak lama setelah berdirinya Masjid Al Munawaroh, Bapak Roziqin pun kembali menerima amanah yaitu mengajar anak-anak setiap hari Minggu. Dengan penuh keikhlasan, beliau tempuh perjalanan kaki dari Dusun Cilumping ke Dusun Cigerang demi menanam benih-benih iman dalam jiwa generasi muda.
Pernah datang seorang warga dari Ciamis yang menetap sementara di sekitar Masjid Al Munawaroh. Ia memiliki kemampuan dalam bidang pendidikan agama dan sempat membantu mengajar. Namun, karena sering sakit, ia tidak dapat menetap lama. Sejak itu, Bapak Roziqin pun kembali memikul tanggung jawab mengajar ngaji.
Kegiatan pengajian rutin ibu-ibu menjadi denyut kehidupan yang meneduhkan setiap Jumat pagi. Pengajian ini dilaksanakan secara rutin di Masjid At-Taqwa dan Masjid Al Munawaroh yang diisi oleh para tokoh agama seperti Bapak Roziqin dan Bapak Wawan. Setiap Jumat Kliwon ibu-ibu berkumpul di Masjid At-Taqwa untuk membaca Surat Yasin, dan di akhir bulan, gema shalawat Maulid Diba’ mengalun khusyuk memenuhi ruang masjid. Dalam kajian, tidak selalu digunakan kitab yang tetap. Terkadang pembahasan diambil dari Kitab ‘Uqudulijain, Safinah, atau Sulam Taufiq dengan penyampaian bahasa yang ringan dan mudah di pahami.
Adapula hidangan yang tersaji bukan dalam kemewahan, melainkan keikhlasan. Para jamaah membawa makanan sederhana dari rumah masing-masing sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan. Demikianlah, cahaya ilmu dan ketulusan hati terus menyinari Desa Cilumping. Dari langkah kecil di Masjid At-Taqwa, kini menjalar menjadi gerakan bersama yang menyentuh hati, menyatukan jiwa, dan menumbuhkan generasi yang mencintai ilmu serta agama.
Terbit 29 Juli 2025. Oleh: Mamusda, Kategori: Berita
| Luas Area | - m2 |
| Luas Bangunan | 215 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1970 |