Senin, 26 Oktober 2026

Terbit : Sel, 29 Juli 2025

Sejarah Ke-NU-an di Desa Cilumping

Oleh : AL KHIQ ANNAJIB Uncategorized
Sejarah Ke-NU-an di Desa Cilumping

Tak perlu menunggu sempurna untuk memulai perubahan. Desa Cilumping telah membuktikannya. Warga yang sebelumnya kurang familiar dengan ajaran Islam kini perlahan mulai mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU) dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Meski minim pengalaman, struktur kepengurusan NU—seperti Ketua Ranting, Ketua Tanfidziyah, dan Ketua Syuriyah—telah berhasil dibentuk sebagai langkah awal dalam membangun fondasi keagamaan yang kokoh dan berkelanjutan.

Berbagai kegiatan keagamaan khas NU, seperti tahlilan, yasinan, maulid diba’an, mitoni, hingga manaqiban, kini telah menjadi tradisi yang rutin dijalankan. Partisipasi masyarakat pun terus meningkat, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal kemampuan membaca. Dengan pendekatan yang bijak dan penuh kesabaran, para tokoh desa, khususnya Bapak Rozikin, berhasil menyampaikan nilai-nilai syariat dengan cara yang mengena dan mudah diterima. Salah satu contohnya adalah perubahan dalam tradisi aqiqah, yang semula menggunakan ayam, kini telah beralih pada penggunaan kambing jantan sebagaimana dianjurkan dalam syariat Islam.

Perjuangan dakwah yang dilakukan Bapak Rozikin bukanlah hal yang mudah. Ia merintis dari menyusun struktur organisasi secara visual hingga menjangkau dusun-dusun terpencil seperti Dusun Cigerang, yang hanya dapat diakses dengan usaha ekstra karena kondisi geografisnya yang menantang. Dalam permasalahan seperti perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih, beliau hadir sebagai pendamping yang meneduhkan, tanpa memaksakan pandangan, sehingga tercipta suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat.

Desa Cilumping menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk tumbuh dan belajar. Dengan kerja kolektif, pendampingan yang sabar, serta pendidikan agama yang inklusif dan penuh kasih sayang, cahaya keimanan perlahan menyinari setiap sudut desa.

Sebagai Ketua Ranting NU, Kayim, dan Staf Seksi Pelayanan Desa, Bapak Rozikin juga menekankan pentingnya dokumentasi dan visualisasi struktur organisasi. Hal ini dilakukan agar setiap pengurus memahami peran dan tanggung jawabnya, baik dalam struktur NU maupun dalam pengelolaan masjid.

Di Cilumping, terdapat beberapa masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, di antaranya Masjid At-Taqwa (wakaf dari Alm. Sanhari, kakek Bapak Rozikin), Masjid wakaf dari Bapak Syahrudin, Masjid Al-Ikhlas, dan Masjid Al-Mukmin. Selain itu, Desa Cilumping juga memiliki lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Miftahul Falah. Madrasah ini telah berkiprah sejak tahun 1999 dan awalnya menumpang di SDN Cilumping sebelum akhirnya memiliki gedung sendiri dengan empat ruang kelas, meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam jumlah tenaga pengajar.

Bapak Rozikin adalah sosok sederhana yang penuh dedikasi. Sejak kecil telah menjadi yatim, beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Ulfah Ciamis dan mempelajari metode Qiroati sejak awal 1990-an. Meski sempat pulang karena permintaan ibunya, beliau melanjutkan pendidikan pesantren hingga total sembilan tahun, dan sejak 1999 telah mengabdikan diri dalam dakwah dan pendidikan di Cilumping.

Dengan segala keterbatasan yang ada, semangat dakwah serta keterlibatan masyarakat Desa Cilumping membuktikan bahwa pendidikan agama yang inklusif, sabar, dan penuh kasih dapat membangun pondasi spiritual yang kuat, bahkan di tengah masyarakat yang sebelumnya belum banyak mengenal ajaran agama secara mendalam.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid At-Taqwa Desa Cilumping
Jl. Raya Cilumping RT.02/RW.01, Dusun Cilumping, Desa Cilumping, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, 53266
Luas Area- m2
Luas Bangunan215 m2
Status LokasiWakaf
Tahun Berdiri1970